DASAR PERTIMBANGAN,KEBIJAKAN,DAN KONSEP KEBERBAKATAN DAN KREATIVITAS
Halaman 28
- Bidang-bidang yang membutuhkan kreativitas yaitu,bidang ekonomi,kesehatan,politik,maupun dalam bidang budaya dan socsal.Sebagai contoh dari pengamatan di Indonesia,kemajuan teknologi yang meningkat disatu pihak dan ledakan penduduk disertai berkurangnya persediaan sumber-sumber alami di lain pihak,lebih-lebih lagi menuntut adaptasi secara kreatif dan kemampuan untuk mencari pemecahan yang imajinatif.
- Kendala dalam bidang kreativitas dan penerapannya dalam dunia pendidikan,yaitu:
a. pengertian tentang kreativitas sebagai sifat yang diwarisi oleh orang yang berbakat luar biasa atau genius.Kreativitas diasumsikan sebagai sesuatu yang dimiliki atau tidak dimiliki,dan tidak banyak yang dapat dilakukan melalui pendidikan untuk mempengaruhinya.
b. ‘gerakan kreativitas’ terletak pada alat-alat ukur (tes) yang biasanya dipakai disekolah-sekolah,yaitu tes inteligensi tradisional yang mengukur kemampuan siswa untuk belajar dan tes prestasi belajar untuk menilai kemajuan siswa selama program pendidikan.
c. kurangnya perhatian dunia pendidikan dan psikologi terhadap kreativitas terletak padakesulitan merumuskan konsep kreativitas itu sendiri.
d. tuntutan akan alat-alat ukur yang mudah digunakan dan objektif telah mengalihkan perhatian dari upaya untuk mengukur kemampuan kreatif,yang menuntut jenis-jenis tes divergen (dengan berbagai kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah) manakala ada kemungkinan subjektivitas dalam penilaian (scoring).
e. penggunaan model stimulus-response dalam teori belajar,keterbatasan dari model ini terutama menjadi nyata jika kita berhubungan dengan proses-proses pemikiran yang tinggi,termasuk kreatif.
- Contoh dari aptitudes dan non-aptitudes traits dari kreativitas :
aptitude meliputi kelancaran,kelenturan,dan orisinalitas dalam berpikir,sedangkan non-aptitude meliputi kepercayaan diri,keuletan,apresiasi estetik,kemandirian.Dimana ciri dari aptitude tadi dioperasionalisasikan dalam tes berpikir divergen.Namun produktivitas kreativ tidak sama dengan produktivitas divergen.Sejauh mana seseorang mampu menghasilkan prestasi kreatif ikut ditentukan oleh ciri dari non-aptitude.Misalnya anak yang berbakat tentunya merupakan perpautan antara kemampuan umum atau inteligensi,kreativitas,dan pengikatan diri terhadap tugas atau motivasi internal,yang juga merupakan non-aptitude.
- Definisi USOE tentang keberbakatan yang diadopsi di Indonesia ialah ‘anak berbakat adalah mereka yang oleh orang-orang professional diidentifikasi sebagai anak yang mampu mencapai prestasi yang tinggi karena mempunyai kemampuan-kemampuan yang unggul.Anak-anak tersebut memerlukan program pendidikan yang berdiferensiasi dan/atau pelayanan diluar jangkauan program sekolah biasa agar dapat merealisasikan sumbangan mereka terhadap masyarakat maupun untuk pengembangan diri sendiri.Kemampuan-kemampuan tersebut,baik secara potensial maupun yang telah nyata,meliputi kemampuan intelektual umum,akademik khusus,berpikir kreatif-produktif,memimpin, kemampuan dalam salah satu bidang seni,dan kemampuan psikomotor (seperti dalam olah raga).’
Kelebihan dan keterbatasan dari definisi tersebut yaitu; pertama,bahwa harus dibedakan antara bakat sebagai potensi yang mungkin belum terwujud dan bakat yang sudah terwujud dan nyata dalam prestasi yang unggul.Kita harus menghargai potensi atau bibit unggul dan dikembangkan menjadi prestasi yang luar biasa.Potensi anak berbakat merupakan sumber daya manusia yang berkualitas.Kedua, tuntutan bahwa anak berbakat memerlukan pelayanan dan program pendidikan khusus sesuai dengan potensi,minat dan kemampuannya.
- Konsep keberbakatan menurut Renzulli :
Menurut Three-Ring Conception dari Renzulli dkk,keberbakatan merupakan keterpautan antara kemampuan umum diatas rata-rata,kreativitas diatas rata-rata,dan pengikatan diri terhadap tugas (task commitment) atau motivasi internal.Definisi ini memberi arah untuk metode identifikasi keberbakatan,dan untuk praktek pendidikan khusus anak berbakat.
6. Rumusan mengenai ‘keberbakatan’ atau ‘anak berbakat’ yang merupakan sintesis dari definisi USOE dan konsepsi Renzulli,yakni: Suatu definisi tentang keberbakatan mempunyai dampak terhadap kebijakan dan peraturan yang dibentuk,oleh karena itu harus memenuhi kriteria;berdasarkan riset tentang karakteristik orang berbakat,memberi arah dalam prosedur seleksi dan identifikasi,dan memberi arah pada praktek program anak berbakat.
7.Hubungan antara kreativitas dan aktualisasi diri adalah sumber dari kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri dimana aktualisasi diri ialah ketika seseorang menggunakan bakat dan talentanya untuk menjadi apa yang ia mampu menjadi atau mewujudkan potensinya.Sehingga dari kreativitas itulah seseorang memiliki pengalaman dalam mengekspresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri,dengan alam,dan dengan orang lain.Tiga tokoh Indonesia yang menurut saya merupakan teladan (model) dari keunggulan kreatif,yaitu: Kak Seto, Kak Ria dan Susan, chef Farah Quin.
BAB II
PENDEKATAN EMPAT P DALAM PENGEMBANGAN KREATIVITAS
- Teori-teori psikoanalisis menjelaskan kinerja kreatif individu,pada umumnya melihat kreativitas sebagai hasil mengatasi suatu masalah yang biasanya mulai dimasa anak.Pribadi kreatif dipandang sebagai seseorang yang pernah mempunyai pengalaman traumatis,yang dihadapi dengan memungkinkan gagasan-gagasan yang disadari dan yang tidak disadari bercampur menjadi pemecahan inovatif dari trauma.Tindakan kreatif mentransformasi keadaan psikis yang tidak sehat menjadi sehat.
~Teori Freud > kemampuan kreatif merupakan cirri kepribadian yang menetap pada lima tahun pertama dari kehidupan.Ia menjelaskan proses kreatif dari mekanisme pertahanan,yang merupaka upaya tak sadar untuk menghindari kesadaran mengenai ide-ide yang tidak menyenangkan atau yang tidak dapat diterima.
~Teori Kris > menekankan bahwa mekanisme pertahanan regresi (beralih keperilaku sebelumnya yang akan memberi kepuasan,jika perilaku sekarang tidak berhasil atau tidak memberi kepuasan) juga sering muncul dalam tindakan kreatif.
~Teori Jung > percaya bahwa ketidaksadaran memainkan peranan yang amat penting dalam kreativitas tingkat tinggi Alam pikiran yang tidak disadari dibentuk oleh masa lalu pribadi.
- Kondisi internal (pribadi kreatif) menurut Rogers,yaitu:
-keterbukaan terhadap pengalaman
-kemampuan untuk menilai situasi sesuai dengan patokan pribadi seseorang (internal locus of
evaluation)
-kemampuan untuk bereksperimen,untuk bermain dengan ‘konsep-konsep’
Kondisi eksternal (lingkungan) yang memupuk kreativitas yang konstruktif menurut Rogers,yaitu:
-keamanan psikologis > terbentuk dengan 3 proses yang saling berhubungan dan dalam suasana ini ‘real self’ dimungkinkan untuk timbul,untuk diekspresikan dalam bentuk-bentuk baru dalam hubungannya dengan lingkungan.
-kebebasan psikologis > mengekspresikan dalam tindakan konkret perasaan-perasaannya tidak selalu dimungkinkan,karena hidup dalam masyarakat selalu ada batas-batasnya,tetapi ekspresi secara simbolis hendaknya dimungkinkan.
- Menurut hasil penelitian,pada umumnya gambaran ciri-ciri kepribadian yang kreatif yaitu; berani dalam pendirian/keyakinan,melit (ingin tahu),mandiri dalam berpikir dan mempertimbangkan, bersibuk diri terus menerus dengan kerjanya, intuitif, ulet, tidak bersedia menerima pendapat daro otoritas begitu saja.
Namun anak yang kreatif bisa juga bersifat tidak kooperatif, egosentris, terlalu asertif, kurang sopan, acuh tak acuh terhadap aturan, keras kepala, emosional, menarik diri, dan menolak dominasi atau otoritas guru.Ciri-ciri tersebut membutuhkan pengertian dan kesadaran,dalam beberapa kasus membutuhkan koreksi dan pengarahan.
- Rencana kegiatan belajar siswa berbakat berdasarkan strategi 4P untuk mengembangkan kreativitas :
-pribadi, dalam hal ini setiap bakat yang dimiliki oleh siswa hendaknya dihargai dan dibantu dengan menemukan bakat-bakat lainnya.
-pendorong, setelah menghargai bakat-bakat siswa hendaknya kita juga mendorong dan memberi dukungan atas sikap dan perilaku kreatif individu atau kelompok individu sehingga bakat kreatif siswa akan semakin terwujud jika ada dorongan dan dukungan dari lingkungannya.
-proses, disini kita sebaiknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk bersibuk diri secara kreatif tanpa perlu selalu atau terlalu cepat menuntut dihasilkannya produk-produk kreatif yang bermakna.
-produk, dengan dimilikinya bakat dan ciri-ciri pribadi kreatif, dan dengan dorongan (internal/eksternal) untuk bersibuk diri secara kreatif,maka produk-produk kreatif yang bermakna dengan sendirinya akan timbul.Misalnya,dengan mempertunjukkan atau memamerkan hasil karya siswa.
BAB III
IDENTIFIKASI DAN PENGUKURAN KREATIVITAS
- Perbedaan antara anak yang precocious dan anak yang prodigious :
Anak yang precocious adalah seseorang yang mampu melakukan hal-hal yang biasanya dilakukan oleh mereka yang lebih tinggi usianya.Keuntungan ini dapat atau tidak dapat dipertahankan selama jangka hidup,tetapi bagaimanapun ,precocity belum tentu berarti mampu mencapai produktivitas yang orisinal.
Anak yang prodigious adalah seseorang yang prestasinya begitu luar biasa dan langka sehingga menakjubkan.
Sebagai contoh ialah Mozart yang semasih kanak-kanak sudah mampu mengubah simfoni,yang sampai sekarang masih sering dimainkan oleh orkes.
- Skala Renzulli-Hartman untuk menilai karakteristik perilaku siswa berbakat yang harus diisi oleh guru meliputi 4 sub-skala,yaitu:
1) ciri-ciri intelektual umum > mempunyai daya nalar yang cukup baik,dapat memahami suatu kondisi atau keadaan dengan baik,dll.
2)ciri-ciri motivasi > mampu melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang,mempunyai keyakinan dan percaya diri yang cukup tinggi,dll.
3)ciri-ciri kreativitas > rasa ingin tahu yang luas dan mendalam,mempunyai rasa humor yang luas,mempunyai daya imajinasi,menonjol dalam salah satu bidang seni,dll.
4)ciri-ciri kepemimpinan > mampu bersosialisasi dengan baik,dapat bekerjasama dengan baik,dapat mengarahkan suatu kegiatan atau peristiwa dengan handal,dll.
BAB IV
PERANAN KELUARGA DALAM MENGEMBANGKAN BAKAT DAN KREATIVITAS ANAK
- Inti dari teori Amabile tentang persimpangan kreativitas (creativity intersection),Amabile menekankan bahwa keberhasilan dalam perwujudan kreativitas ditentukan oleh tiga faktor yang saling berkait, dan titik pertemuan antara ketiga faktor inilah yang menentukan keunggulan kreatif,yaitu pertama keterampilan dalam bidang tertentu,keterampilan berpikir dan bekerja kreatif, dan motivasi intrinsik. Ia mencontohkan ciri-ciri motivasi intrinsik dan ciri-ciri motivasi ekstrinsik.
- Karakteristik ‘keluarga kreatif’ menurut Dacey :
a.)Faktor Genetis versus lingkungan
b.)Aturan perilaku
c.)Tes kreativitas sebagai prediktor prestasi kreatif remaja
d.)Masa kritis
e.)Humor
f.)Ciri-ciri menonjol lainnya
g.)Perumahan
h.)Pengakuan dan penguatan pada usia dini
i.)Gaya hidup orang tua
j.)Trauma
k.)Dampak dari sekolah
l.)Bekerja keras
m.)Dominasi lateral
n.)Perbedaan jenis kelamin
o.)Penilaian orang tua mengenai kreativitas anak
p.)Jumlah koleksi
- Perbedaan nyata antara keluarga anak berbakat dan keluarga biasa (dengan tingkat kecerdasan rata-rata) dalam penelitian yang dilakukan di Jakarta tahun 1982;
-orang tua anak berbakat mempunyai tingkat pendidikan, jabatan professional, dan penghasilan yang lebih tinggi.Lebih banyak dari mereka yang mempunyai hobi membaca,walaupun secara umum kebiasaan membaca semua orang tua belum tinggi.
-orang tua anak berbakat lebih mementingkan ciri “ketekunan” dan “inisiatif” dibandingkan orang tua kelompok anak berbakat dengan kecerdasan rata-rata.
-orang tua anak dengan IQ rata-rata lebih mementingkan ciri “kepatuhan” pada anak.
-anak berbakat tidak banyak dituntut orang tua untuk mengerjakan tugas-tugas di rumah dibandingkan dengan anak IQ rata-rata,sehingga mereka lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang mereka senangi.
- Orang tua dapat merangsang kreativitas anak di rumah dengan cara bermain dengan anak-anaknya,berhenti memberi petunjuk.Ikutilah mereka.Membiarkan anak menceritakan kepada Anda mengenai objek-objek, kejadian-kejadian, daripada Anda yang selalu menceritakannya, karena anak dapat melihat sesuatu dengan cara yang sama sekali berbeda, kadang-kadang aneh tetapi kadang-kadang amat bagus.
Contoh kasusnya,seorang anak lali-laki berumur 12tahun bernama Jason yang berhasil mendapat penghargaan dari yayasan perhimpunan dramatik karena mengarang drama televisi Tender Places pada tahun 1985.
- Sikap orang tua yang memupuk pengembangan kreativitas,yaitu:
-menghargai pendapat anak dan mendorongya untuk mengungkapkannya.
-memberi waktu kepada anak untuk berpikir, merenung, dan berkhayal.
-membiarkan anak mengambil keputusan sendiri.
-mendorong kemelitan anak, untuk menjajaki dan mempertanyakan banyak hal.
-meyakinkan anak bahwa orang tua menghargai apa yang ingin dicoba dilakukan,dan apa yang dihasilkan.
-menunjang dan mendorong kegiatan anak.
-menikmati keberadaannya bersama anak.
-memberi pujian yang sungguh-sungguh kepada anak.
-mendorong kemandirian anak dalam bekerja.
-melatih hubungan kerja sama yang baik dengan anak.
BAB V
PERANAN SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK
Halaman 116
- Tiga kategori karakteristik guru anak berbakat beserta ciri-cirinya:
-karakteristik filosofis
-karakteristik professional > assessment anka berbakat, mengetahui tentang sifat dan kebutuhan anak berbakat,menggunakan data assessment dalam merencanakan program individual untuk anak berbakat,mengethaui tentang model kurikulum yang penting untuk pendidikan anak berbakat,mampu dalam menggunakan dinamika kelompok,mengetahui tentang berbagai program untk anak berbakat,minat dan komitmen,mengetahui tentang aturan dan hokum sehubungan dengan pendidikan,mengethaui dan mampu membimbing anak berbakat dan orang tua mereka,serta mengetahui tentang kecenderungan dan isu dewasa ini dalam pendidikan anak berbakat.
-karakteristik pribadi > memahami dan menerima diri sendiri,mempunyai kekuatan ego,kepekaan terhadap orang lain,minat intelektual diatas rata-rata,serta bertanggung jawab terhadap perilaku diri sendiri dan akibatnya,empati,tenggang rasa,orisinalitas,antusiasme,dan aktualisasi diri.
- Kita dapat memanfaatkan peranan mentor sebagai narasumber untuk program anak berbakat dengan cara, meningkatkan keterampilan dan perkembangan intelektual siswa;bisa seorang sponsor yang menggunakan pengaruhnya untuk membantu kemajuan anak.Bisa juga seseorang yang memperkenalkan dunia baru,dapat memberikan dukungan moral jika siswa mengalami tekanan.Sehingga kepribadian anak menjadi lebih kaya karena mentor ini menjadi bagian intrinsik dari diri siswa.Mentor ini biasanya sukarelawan dari masyarakat yang mengundang anak berbakat untuk mengunjungi tempat kerja mereka.
- Tiga contoh dari kegiatan yang merangsang kreativitas anak di sekolah,yaitu :
-bermain tebak-tebakan
-membuat suatu karya hasil masing-masing anak
-mengadakan wisata ke tempat-tempat yang menarik,seperti museum,kebun binatang,dll.
- Unsur-unsur yang penting diperhatikan dalam merancang strategi mengajar yang meningkatkan kreativitas siswa :
-pemberian penilaian tidak hanya oleh guru tetapi juga melibatkan siswa
-pemberian hadiah sebaiknya yang intangible, dan yang berkaitan dengan kegiatan yang sedang dilakukan
-memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih topik atau kegiatan belajar sampai batas tertentu (setelah yang minimal dipersyaratkan tercapai).
- Desain ruang kelas yang memudahkan belajar-mengajar secara kreatif :
kelas terbukan dengan struktur yang tidak kaku dan memberikan perhatian individual,lebih memupuk pengembangan kreativitas anak dibandingkan kelas tradisional.Kemudian,ruang kelas memberi banyak rangsangan visual yang menarik.Adanya pusat sains,pusat membaca,atau pusat aktivitas lain memungkinkan anak bereksperimen dan menjajagi berbagai bidang.Sebagai contoh ;
Didalam kelas tersebut hendaknya dipajang hasil karya dari siswa dimana sebagai pendorong bagi mereka melalui pameran hasil karya mereka yang dapat dilihat semua orang.Kemudian pada desain bangku dan meja,yang disusun dengan kelompok kecil,memudahkan siswa agar dapat lebih berkonsentrasi dan nyaman.
BAB VI
PERANAN MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS




Tidak ada komentar:
Posting Komentar