Coba jelaskan dengan singkat dan padat berkaitan dengan model belajar mengajar yang kreatif. Kemudian buat ulasan untuk kelompok performa anda, berkaitan dengan model manakah yang paling sesuai?
Model belajar mengajar yang kreatif yaitu: a.Model Taksonomi Bloom tentang Sasaran Pendidikan Ranah Kognitif,memungkinkan peningkatan brpikir kreatif melalui proses sistesis.Model -> Taksonomi Bloom terdiri dari enam tingkaat perilaku kognitif,yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis,sintesis,dan evaluasi.Modifikasi Konten,proses,produk,dan lingkungan -> adalah menarik untuk mengamati bagaimana siswa belajar taksonomi ini sebagai konten.Mereka segera mengenal cara bagaimana berpikir,pada tingkat mana pertanyaan yang mereka ajukan,dan sifat dari kegiatan dalam mana mereka terlibat.Mereka mulai mengajukan pertanyaan yang lebih baik dan berusaha untuk berfungsi sepenuhnya.Manfaat -> sebagai cara untuk mengembangkan dan mengevaluasi pertanyaan yang diajukan guru kepada siswa,sehingga merangsang siswa untuk lebih menggunakan kemampuan kognitif mereka dan mengembangkan keterampilan berpikir tinggi. b.Model Struktur Intelek dari Guilford,melalui kategori berpikir divergen,aspek-aspek seperti kelancaran, kelenturan, orisinalitas, dan elaborasi dalam berpikir dapat dilatih.Model -> operasi intelektual menunjukkan macam proses pemikiran yang berlangsung,konten macam materi yang digunakan dan produk merupakan hasil dari operasi (proses) tertentu yang diterapkan pada konten (materi) tertentu.Lima kategori operasi dirumuskan sebagai berikut: kognisi,ingatan,berpikir konvergen,berpikir divergen,dan evaluasi atau penilaian.Modifikasi Konten,Proses,Produk,dan Lingkungan -> konten ialah melalui matra materi, proses melalui lima kategori operasi, dan produk melalui enam kategori produk.Manfaat -> mempunyai banyak kegunaan untuk pendidikan anak berbakat,meluaskan dan mendalami sasaran-sasaran belajar berdasarkan gabungan dari tiga matra operasi,materi, dan produk. c.Model Multiple Talents dari Taylor,terutama bidang kreatif-produktif dapat mengembangkan keterampilan berpikir kreatif.Model -> membedakan enam talenta yang dapat dikembangkan di sekolah,yaitu bidang akademis,bidang komunikasi,bidang perencanaan atau organisasi,bidang firecasting(prediksi),bidang kreatif-produktif,bidang evaluasi dan pengambilan keputusan.Modifikasi Konten,Proses,Produk,dan Lingkungan -> pada masing-masing bidang talenta dapat dirumuskan sasaran belajar untuk semua murid,tetapi disamping itu dapat pula dirumuskan sasaran belajar khusus untuk siswa berbakat,yang berbeda dalam konten,dan dalam produk yang diharapkan,berbeda karena menuntut proses pemikiran yang lebih tinggi atau lebih majemuk,dan berbeda pula dalam tuntutan produk. Manfaat -> sebagai panduan kurikulum,mengetahui cara yang sesuai untuk mengamati,memahami, dan mengajar semua anak, dan memberi kesempatan yang lebih banyak kepada siswa untuk mengembangkan bakat atau talenta mereka. d.Model Treffinger untuk Mendorong Belajar Kreatif,salah satu dari sedikit model yang menangani masalah kreativitas secara langsung dan memberikan saran-saran praktis bagaimana mencapai keterpaduan.Model -> mengajukan tiga tingkat,mulai dari yang relatif sederhana, tingkat 1 yang memperkenalkan teknik-teknik kreatif dasar,berpikir divergen,tingkat 2 yaitu proses berpikir dan perasaan yang majemuk,sampai dengan tingkat 3 dimana siswa bekerja dengan masalah nyata untuk belajar kreatif.Modifikasi Konten,Proses,Produk, dan Lingkungan -> paling efektif jika diadaptasi untuk penggunaan kurikulum secara menyeluruh, karena memungkinkan modifikasi baik dari konten,proses,produk,maupun lingkungan.Namun kekuatannya yang terbesar adalah dalam modifikasi proses dan produk.Manfaat -> siswa akan melihat kemampuan mereka untuk menggunakan kreativitas dalam hidup dan diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan merke dalam lingkungan yang mendorong dan memungkinkan penggunaannya.
e.Model Enrichment Triad dari Renzulli,memberi kesempatan pengalaman pengayaan,dan khususnya tingkat 3 (menyelidiki masalah nyata) merupakan tantangan bagi siswa berbakat.Model -> menggunakan tiga jenis pengayaan untuk memberikan program yang sesuai bagi anak berbakat: general exploratory activities, group training activity, dan small group investigations of real world problems.Modifikasi Konten,Proses,Produk,dan Lingkungan -> model ini sesuai untuk memodifikasi kurikulum melalui konten,proses,dan produk belajar.Manfaat -> dapat digunakan didalam kelas biasa dan sebagai program khusus untuk anak berbakat. f.Model Williams untuk Perilaku Kognitif-Afektif di Dalam Kelas,mengingatkan kita bahwa perilaku kreatif tidak hanya menuntut kemampuan berpikir kreatif,tetapi juga ciri-cii afektif dari kreativitas;keduanya perlu ditubumhkan didalam kelas.Model -> menapilkan secara tiga-dimensional bagaimana kurikulum,strategi mengajar,dan perilaku siswa berinteraksi dalam meningkatkan pemikiran.Modifikasi Konten,Proses,Produk,dan Lingkungan -> model ini terutama berkaitan dengan proses belajar.Konten, produk dan lingkungan tidak ditekankan.Daftar dari perilaku siswa dimensi 3 meliputi keterampilan yang paling sering digunakan dalam pengembangan berpikir dan sikap kreatif.Manfaat -> dapat memberikan sumbangan yang bermakna terhadap peningkatan berpikir dan sikap kreatif melalui kurikulum. g.Taksonomi Sasaran Pendidikan Afektif dari Krathwohl,menekankan pentinganya mengembangkan sistem nilai pada semua siswa dan khususnya siswa berbakat,yang mendasari perilaku mereka secara konsistenModel -> terdiri dari lima tingkat,yaitu: menerima,kesediaan untuk berespons,menghargai,menyusun sistem nilai,dan perwatakan oleh kompleks nilai.Modifikasi Konten,Proses,Produk,dan Lingkungan -> taksonomi dapat diajarkan kepada siswa sebagai cara untuk menjelaskan perilaku dan membantu mereka memahami diri sendiri dan tujuan-tujuan guru bagi mereka.Manfaat -> digunakan sebagai cara untuk mengembangkan kegiatan yang seimbang sedemikian sehingga siswa dapat mengembangkan keterampilan pada semua tingkat. h.Model Pendidikan Integratif dari Clark.Model -> menggabung penggunaan keterampilan pemikiran,perasaan,pengindraan,dan firasat (intuisi) dalam pembelajaran akademis dan non-akademis.Modifikasi Konten,Proses,Produk,dan Liingkungan -> konten belajar diperluas,proses belajar menggunakan teknik-teknik untuk menggunakan pemikiran sepenuhnya,produk belajarjuga dapat dimodifikasi dalam kurikulum yang berdiferensiasi untuk anak berbakat,dan lingkungan belajar merupakan bagian inti dari pengalaman belajar.Manfaat -> menyampaikan informasi dengan cara terpadu,memasukkan teknik relaksasi dan mengurangi ketegangan,kegunaan dalam bidang pengelolaan diri,memenuhi kebutuhan siswa berbakat akan kegiatan majemuk dan menantang.
Ulasan mengenai performa kelompok : Model belajar mengajar kreatif yang cocok untuk kelompok performa saya adalah model multiple talents dari Taylor,karena disini memperhatikan enam talenta yaitu: bidang akademis - dalam performa yang kami buat terdapat beberapa bagian dimana setiap bagian tersebut mempunyai petunjuk masing-masing,seperti saat memerankan karakter yang berbeda-beda pada setiap anggota,tentu ada petunjuk yang sesuai untuk dilakukan,misalnya peran saya sebagai cewek Jakarta yang norak saya memiliki petunjuk bagaimana berperilaku yang norak yang sesuai dengan karakter yang saya mainkan; bidang komunikasi – pada bidang ini saat dimana kami menampilkan cerita dari drama mengenai girl band yang tidak sengaja terbentuk yang kemudian menjadi popular,karena disaat ditampilkan inilah komunikasi antar penonton dan performa terbentuk dan sebagai performa kami mengekspresikan drama kami kepada para penonton agar mereka dapat mengerti makna dari drama tersebut; bidang perencanaan dan organisasi – pada bidang ini ialah saat dimana mulai menyusun rencana bagaimana rancangan untuk performa yang kami buat,kemudian jadwal latihan drama,alat-alat apa yang dibutuhkan sperti laptop,pakaian,dll; bidang forecasting – disini saat perencanaan mengenai drama terbentuknya girlband itu kami memikirkan apa yang akan terjadi nantinya atau apa reaksi teman-teman yang menyaksikan performa kami sehingga kami setuju untuk membuat drama munculnya girlband ini; bidang kreatif-produktif - yaitu proses-proses mulai dari penentuan judul drama,penentuan karakter dan watak-watak yang ditampilkan,lalu apa saja yang disajikan dalam drama tersebut misalnya konflik yang terjadi ada saat pertama bertemu kemudian koreografi yang ditampilkan pada akhir cerita,dan yang terutama adalah jalan ceritanya,saat pertama bertemu semua anggota tidak mengenal satu sama lain namun menjadi akrab akibat konflik yang tidak sengaja terjadi diantara mereka semua,lalu muncullah ide untuk membentuk satu grup band yang mulanya tidak direncanakan sama sekali nammun menjadi populer;terakhir bidang evaluasi dan pengambilan keputusan - saat drama telah ditentukan dan dilatih kami meberikan penilaian agar nantinya saat performa selesai kami tidak kecewa,penilaian yang dilaakukan disini cukup penting karena kita juga melihat dan menentukan bagaimana sebaiknya penampilan yang akan ditampilkan didepan nanti apakah baik atau buruk,jadi harus disesuaikan dan diputuskan apa yang musti diperbaiki lagi dari latihan-latihan saat itu.
2. Sekarang, anggaplah anda adalah pendidik (silahkan pilih tingkat TK, SD, SMP, SMA atau Perguruan Tinggi). Jika siswa/mahasiswa anda berjumlah 20 orang, apa yang akan anda lakukan? (minimal menggunakan 2 landasan teori).
Kebetulan saya bercita-cita ingin menjadi pendidik pada tingkat TK,dan yang akan saya lakukan apabila siswa saya berjumlah 20 orang ialah saya akan menggunakan model belajar mengajar kreatif dari model Taksonomi Bloom dan model Treffinger.Dalam model Taksonomi Bloom,saya akan membuat kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuan kognitif siswa sepenuhnya.Dalam model ini terdiri dari enam tingkat perilaku kognitif,pada tingkat pengetahuan saya akan mengajak kelas untuk mengenal lingkungannya ;misalnya mengajak siswa untuk mengenal dan mengingat teman-teman sekelasnya.Tingkat pemahaman,mengajak kelas untuk aktif dalam menerjemahkan apa yang mereka dengar atau ketahui ;misalnya setelah mendengar suatu cerita,siswa diminta pendapatnya mengenai apa yang telah mereka dengar dengan pemahaman mereka sendiri.Tingkat penerapan,mengajarkan siswa bagaimana menggunakan informasi baru dalam situasi baru ;misalnya siswa diajarkan untuk menggunakan kata-kata maaf,tolong,terima kasih dalam kondisi tertentu.Tingkat Analisis, mengajarkan siswa dalam mengkategorikan atau mengklasifikasikan sesuatu ;misalnya membedakan macam-macam tumbuhan,binatang,alam semesta,dll.Tingkat Sintesis,mengajak siswa untuk mencipta atau merancang melalui apa yang ada dalam imajinasi mereka ;misalnya dengan kegiatan melukis,menggambar,mewarnai dari situ mereka dapat bebas mengeluarkan ide-ide untuk mengembangkan kreativitasnya.Tingkat Evaluasi,dimana siswa diajarkan untuk memutuskan atau mempertimbangkan suatu hal ;misalnya sebelum kelas selesai,siswa ditanyai komentarnya mengenai belajar hari ini apakah menyenangkan atau menyulitkan mereka. Kemudian pada model Treffinger terdapat tiga tingkat susunan yang mulai dengan unsur-unsur dasar dan menanjak ke fungsi-fungsi berpikir kreatif yang lebih majemuk.Mulai dari tingkat I yaitu fungsi divergen;misalnya membuat kegiatan bermain sambil bernyanyi yang akan merangsang siswa dalam orisinalitasnya,kepekaannya,dll terlebih lagi jumlah siswa yang ada tidak terlalu banyak sehingga lebih mudah untuk mendorong siswa agar lebih percaya diri lagi.Tingkat II yaitu proses berpikir dan perasaan yang majemuk;misalnya mengajak siswa untuk bermain peran (biasanya bermain rumah-rumahan,polisi-polisian)yang akan merangsang penerapan,transformasi,pengembangan nilai,penggunaan khayalan,dll. Tingkat III yaitu keterlibatan dalam tantangan-tantangan nyata;saat ketika keterampilan yang dipelajari pada tingkat I dan II dijumpai pada dunia nyata,dalam bermain peran tadi,siswa tidak hanya mempelajari beberapa karakter dan menampilkannya dikelas namun dalam keadaan secara langsung mereka sudah dapat mengarahkan diri mereka dan menuju perwujudan diri mereka sendiri.Terutama dalam semuanya itu,saya akan mengajar siswa-siswa dengan cara adil tanpa pilih-pilih karena itu akan memudarkan semangat dan kreativitas mereka,terlebih juga memberikan perhatian yang merata pada tiap-tiap anak didik,sehingga proses mengajar dikelas pun akan menjadi menyenangkan.
Coba jelaskan dengan singkat dan padat berkaitan dengan model belajar mengajar yang kreatif. Kemudian buat ulasan untuk kelompok performa anda, berkaitan dengan model manakah yang paling sesuai?
BalasHapusModel belajar mengajar yang kreatif yaitu:
BalasHapusa.Model Taksonomi Bloom tentang Sasaran Pendidikan Ranah Kognitif,memungkinkan peningkatan brpikir kreatif melalui proses sistesis.Model -> Taksonomi Bloom terdiri dari enam tingkaat perilaku kognitif,yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis,sintesis,dan evaluasi.Modifikasi Konten,proses,produk,dan lingkungan -> adalah menarik untuk mengamati bagaimana siswa belajar taksonomi ini sebagai konten.Mereka segera mengenal cara bagaimana berpikir,pada tingkat mana pertanyaan yang mereka ajukan,dan sifat dari kegiatan dalam mana mereka terlibat.Mereka mulai mengajukan pertanyaan yang lebih baik dan berusaha untuk berfungsi sepenuhnya.Manfaat -> sebagai cara untuk mengembangkan dan mengevaluasi pertanyaan yang diajukan guru kepada siswa,sehingga merangsang siswa untuk lebih menggunakan kemampuan kognitif mereka dan mengembangkan keterampilan berpikir tinggi.
b.Model Struktur Intelek dari Guilford,melalui kategori berpikir divergen,aspek-aspek seperti kelancaran, kelenturan, orisinalitas, dan elaborasi dalam berpikir dapat dilatih.Model -> operasi intelektual menunjukkan macam proses pemikiran yang berlangsung,konten macam materi yang digunakan dan produk merupakan hasil dari operasi (proses) tertentu yang diterapkan pada konten (materi) tertentu.Lima kategori operasi dirumuskan sebagai berikut: kognisi,ingatan,berpikir konvergen,berpikir divergen,dan evaluasi atau penilaian.Modifikasi Konten,Proses,Produk,dan Lingkungan -> konten ialah melalui matra materi, proses melalui lima kategori operasi, dan produk melalui enam kategori produk.Manfaat -> mempunyai banyak kegunaan untuk pendidikan anak berbakat,meluaskan dan mendalami sasaran-sasaran belajar berdasarkan gabungan dari tiga matra operasi,materi, dan produk.
c.Model Multiple Talents dari Taylor,terutama bidang kreatif-produktif dapat mengembangkan keterampilan berpikir kreatif.Model -> membedakan enam talenta yang dapat dikembangkan di sekolah,yaitu bidang akademis,bidang komunikasi,bidang perencanaan atau organisasi,bidang firecasting(prediksi),bidang kreatif-produktif,bidang evaluasi dan pengambilan keputusan.Modifikasi Konten,Proses,Produk,dan Lingkungan -> pada masing-masing bidang talenta dapat dirumuskan sasaran belajar untuk semua murid,tetapi disamping itu dapat pula dirumuskan sasaran belajar khusus untuk siswa berbakat,yang berbeda dalam konten,dan dalam produk yang diharapkan,berbeda karena menuntut proses pemikiran yang lebih tinggi atau lebih majemuk,dan berbeda pula dalam tuntutan produk. Manfaat -> sebagai panduan kurikulum,mengetahui cara yang sesuai untuk mengamati,memahami, dan mengajar semua anak, dan memberi kesempatan yang lebih banyak kepada siswa untuk mengembangkan bakat atau talenta mereka.
d.Model Treffinger untuk Mendorong Belajar Kreatif,salah satu dari sedikit model yang menangani masalah kreativitas secara langsung dan memberikan saran-saran praktis bagaimana mencapai keterpaduan.Model -> mengajukan tiga tingkat,mulai dari yang relatif sederhana, tingkat 1 yang memperkenalkan teknik-teknik kreatif dasar,berpikir divergen,tingkat 2 yaitu proses berpikir dan perasaan yang majemuk,sampai dengan tingkat 3 dimana siswa bekerja dengan masalah nyata untuk belajar kreatif.Modifikasi Konten,Proses,Produk, dan Lingkungan -> paling efektif jika diadaptasi untuk penggunaan kurikulum secara menyeluruh, karena memungkinkan modifikasi baik dari konten,proses,produk,maupun lingkungan.Namun kekuatannya yang terbesar adalah dalam modifikasi proses dan produk.Manfaat -> siswa akan melihat kemampuan mereka untuk menggunakan kreativitas dalam hidup dan diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan merke dalam lingkungan yang mendorong dan memungkinkan penggunaannya.
e.Model Enrichment Triad dari Renzulli,memberi kesempatan pengalaman pengayaan,dan khususnya tingkat 3 (menyelidiki masalah nyata) merupakan tantangan bagi siswa berbakat.Model -> menggunakan tiga jenis pengayaan untuk memberikan program yang sesuai bagi anak berbakat: general exploratory activities, group training activity, dan small group investigations of real world problems.Modifikasi Konten,Proses,Produk,dan Lingkungan -> model ini sesuai untuk memodifikasi kurikulum melalui konten,proses,dan produk belajar.Manfaat -> dapat digunakan didalam kelas biasa dan sebagai program khusus untuk anak berbakat.
BalasHapusf.Model Williams untuk Perilaku Kognitif-Afektif di Dalam Kelas,mengingatkan kita bahwa perilaku kreatif tidak hanya menuntut kemampuan berpikir kreatif,tetapi juga ciri-cii afektif dari kreativitas;keduanya perlu ditubumhkan didalam kelas.Model -> menapilkan secara tiga-dimensional bagaimana kurikulum,strategi mengajar,dan perilaku siswa berinteraksi dalam meningkatkan pemikiran.Modifikasi Konten,Proses,Produk,dan Lingkungan -> model ini terutama berkaitan dengan proses belajar.Konten, produk dan lingkungan tidak ditekankan.Daftar dari perilaku siswa dimensi 3 meliputi keterampilan yang paling sering digunakan dalam pengembangan berpikir dan sikap kreatif.Manfaat -> dapat memberikan sumbangan yang bermakna terhadap peningkatan berpikir dan sikap kreatif melalui kurikulum.
g.Taksonomi Sasaran Pendidikan Afektif dari Krathwohl,menekankan pentinganya mengembangkan sistem nilai pada semua siswa dan khususnya siswa berbakat,yang mendasari perilaku mereka secara konsistenModel -> terdiri dari lima tingkat,yaitu: menerima,kesediaan untuk berespons,menghargai,menyusun sistem nilai,dan perwatakan oleh kompleks nilai.Modifikasi Konten,Proses,Produk,dan Lingkungan -> taksonomi dapat diajarkan kepada siswa sebagai cara untuk menjelaskan perilaku dan membantu mereka memahami diri sendiri dan tujuan-tujuan guru bagi mereka.Manfaat -> digunakan sebagai cara untuk mengembangkan kegiatan yang seimbang sedemikian sehingga siswa dapat mengembangkan keterampilan pada semua tingkat.
h.Model Pendidikan Integratif dari Clark.Model -> menggabung penggunaan keterampilan pemikiran,perasaan,pengindraan,dan firasat (intuisi) dalam pembelajaran akademis dan non-akademis.Modifikasi Konten,Proses,Produk,dan Liingkungan -> konten belajar diperluas,proses belajar menggunakan teknik-teknik untuk menggunakan pemikiran sepenuhnya,produk belajarjuga dapat dimodifikasi dalam kurikulum yang berdiferensiasi untuk anak berbakat,dan lingkungan belajar merupakan bagian inti dari pengalaman belajar.Manfaat -> menyampaikan informasi dengan cara terpadu,memasukkan teknik relaksasi dan mengurangi ketegangan,kegunaan dalam bidang pengelolaan diri,memenuhi kebutuhan siswa berbakat akan kegiatan majemuk dan menantang.
Ulasan mengenai performa kelompok :
BalasHapusModel belajar mengajar kreatif yang cocok untuk kelompok performa saya adalah model multiple talents dari Taylor,karena disini memperhatikan enam talenta yaitu: bidang akademis - dalam performa yang kami buat terdapat beberapa bagian dimana setiap bagian tersebut mempunyai petunjuk masing-masing,seperti saat memerankan karakter yang berbeda-beda pada setiap anggota,tentu ada petunjuk yang sesuai untuk dilakukan,misalnya peran saya sebagai cewek Jakarta yang norak saya memiliki petunjuk bagaimana berperilaku yang norak yang sesuai dengan karakter yang saya mainkan; bidang komunikasi – pada bidang ini saat dimana kami menampilkan cerita dari drama mengenai girl band yang tidak sengaja terbentuk yang kemudian menjadi popular,karena disaat ditampilkan inilah komunikasi antar penonton dan performa terbentuk dan sebagai performa kami mengekspresikan drama kami kepada para penonton agar mereka dapat mengerti makna dari drama tersebut; bidang perencanaan dan organisasi – pada bidang ini ialah saat dimana mulai menyusun rencana bagaimana rancangan untuk performa yang kami buat,kemudian jadwal latihan drama,alat-alat apa yang dibutuhkan sperti laptop,pakaian,dll; bidang forecasting – disini saat perencanaan mengenai drama terbentuknya girlband itu kami memikirkan apa yang akan terjadi nantinya atau apa reaksi teman-teman yang menyaksikan performa kami sehingga kami setuju untuk membuat drama munculnya girlband ini; bidang kreatif-produktif - yaitu proses-proses mulai dari penentuan judul drama,penentuan karakter dan watak-watak yang ditampilkan,lalu apa saja yang disajikan dalam drama tersebut misalnya konflik yang terjadi ada saat pertama bertemu kemudian koreografi yang ditampilkan pada akhir cerita,dan yang terutama adalah jalan ceritanya,saat pertama bertemu semua anggota tidak mengenal satu sama lain namun menjadi akrab akibat konflik yang tidak sengaja terjadi diantara mereka semua,lalu muncullah ide untuk membentuk satu grup band yang mulanya tidak direncanakan sama sekali nammun menjadi populer;terakhir bidang evaluasi dan pengambilan keputusan - saat drama telah ditentukan dan dilatih kami meberikan penilaian agar nantinya saat performa selesai kami tidak kecewa,penilaian yang dilaakukan disini cukup penting karena kita juga melihat dan menentukan bagaimana sebaiknya penampilan yang akan ditampilkan didepan nanti apakah baik atau buruk,jadi harus disesuaikan dan diputuskan apa yang musti diperbaiki lagi dari latihan-latihan saat itu.
2. Sekarang, anggaplah anda adalah pendidik (silahkan pilih tingkat TK, SD, SMP, SMA atau Perguruan Tinggi). Jika siswa/mahasiswa anda berjumlah 20 orang, apa yang akan anda lakukan? (minimal menggunakan 2 landasan teori).
BalasHapusKebetulan saya bercita-cita ingin menjadi pendidik pada tingkat TK,dan yang akan saya lakukan apabila siswa saya berjumlah 20 orang ialah saya akan menggunakan model belajar mengajar kreatif dari model Taksonomi Bloom dan model Treffinger.Dalam model Taksonomi Bloom,saya akan membuat kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuan kognitif siswa sepenuhnya.Dalam model ini terdiri dari enam tingkat perilaku kognitif,pada tingkat pengetahuan saya akan mengajak kelas untuk mengenal lingkungannya ;misalnya mengajak siswa untuk mengenal dan mengingat teman-teman sekelasnya.Tingkat pemahaman,mengajak kelas untuk aktif dalam menerjemahkan apa yang mereka dengar atau ketahui ;misalnya setelah mendengar suatu cerita,siswa diminta pendapatnya mengenai apa yang telah mereka dengar dengan pemahaman mereka sendiri.Tingkat penerapan,mengajarkan siswa bagaimana menggunakan informasi baru dalam situasi baru ;misalnya siswa diajarkan untuk menggunakan kata-kata maaf,tolong,terima kasih dalam kondisi tertentu.Tingkat Analisis, mengajarkan siswa dalam mengkategorikan atau mengklasifikasikan sesuatu ;misalnya membedakan macam-macam tumbuhan,binatang,alam semesta,dll.Tingkat Sintesis,mengajak siswa untuk mencipta atau merancang melalui apa yang ada dalam imajinasi mereka ;misalnya dengan kegiatan melukis,menggambar,mewarnai dari situ mereka dapat bebas mengeluarkan ide-ide untuk mengembangkan kreativitasnya.Tingkat Evaluasi,dimana siswa diajarkan untuk memutuskan atau mempertimbangkan suatu hal ;misalnya sebelum kelas selesai,siswa ditanyai komentarnya mengenai belajar hari ini apakah menyenangkan atau menyulitkan mereka.
BalasHapusKemudian pada model Treffinger terdapat tiga tingkat susunan yang mulai dengan unsur-unsur dasar dan menanjak ke fungsi-fungsi berpikir kreatif yang lebih majemuk.Mulai dari tingkat I yaitu fungsi divergen;misalnya membuat kegiatan bermain sambil bernyanyi yang akan merangsang siswa dalam orisinalitasnya,kepekaannya,dll terlebih lagi jumlah siswa yang ada tidak terlalu banyak sehingga lebih mudah untuk mendorong siswa agar lebih percaya diri lagi.Tingkat II yaitu proses berpikir dan perasaan yang majemuk;misalnya mengajak siswa untuk bermain peran (biasanya bermain rumah-rumahan,polisi-polisian)yang akan merangsang penerapan,transformasi,pengembangan nilai,penggunaan khayalan,dll. Tingkat III yaitu keterlibatan dalam tantangan-tantangan nyata;saat ketika keterampilan yang dipelajari pada tingkat I dan II dijumpai pada dunia nyata,dalam bermain peran tadi,siswa tidak hanya mempelajari beberapa karakter dan menampilkannya dikelas namun dalam keadaan secara langsung mereka sudah dapat mengarahkan diri mereka dan menuju perwujudan diri mereka sendiri.Terutama dalam semuanya itu,saya akan mengajar siswa-siswa dengan cara adil tanpa pilih-pilih karena itu akan memudarkan semangat dan kreativitas mereka,terlebih juga memberikan perhatian yang merata pada tiap-tiap anak didik,sehingga proses mengajar dikelas pun akan menjadi menyenangkan.
Nilai 60
BalasHapusmakasih bu ;))
BalasHapus