1. Apa yang dapat adinda jelaskan sehubungan dengan Pedagogi Modern? lalu beri ilustrasi bandingan antara proses pembelajaran yang adinda dapatkan saat perkuliah dengan uraian teori tersebut.
Pandangan tradisional memposisikan paedagogi sebatas seni mengajar atau mengasuh.Kini sangat kuat dan konsisten untuk mengembangkan hubungan dialektis yang bermanfaat antara paedagogi sebagai ilmu dan paedagogi sebagai seni (salvatori, 1996).Melihat paedagogi dari dua perspetif ini nampaknya paling ideal.Kalaupun kita mengakui bahwa paedagogi sebagai ilmu pengetahuan dan terdefinisi secara spesifik,tentu definisi itu juga akan menggamit dimensi seni,teori,dan praktik mengajar dan belajar.Kesemuanya sesungguhnya memiliki fokus yang sama.Beberapa definisi yang terkait dengan paedagogi disajikan sebagai berikut : A.Pengajaran (teaching) yaitu teknik dan metode kerja guru dalam mentranformasikan konten pengetahuan, merangsang, mengawasi, dan memfasilitasi pengembangan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang berhasil. B.Belajar (learning) yaitu proses siswa mengembangkan kemandirian dan inisiatif dalam memperoleh dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan (seperti penyelidikan, berpikir kritis, kerja sama tim, mengorganisasikan, dan memecahkan masalah). C.Hubungan mengajar dengan belajar dengan segala faktor lain yang tergamit mendorong minat paedagog, misalnya siswa melakukan penelitian sederhana.Hubungan itu bisa bermakna siswa dibimbing oleh guru atau kegiatan belajar yang berpusat pada siswa,namun tetap dibawah bimbingan guru. D.Hubungan mengajar dan belajar berkaitan dengan semua pengaturan dan pada segala tahapan usia,yaitu sebagaimana yang dikembangkan dilembaga-lembaga pendidikan formal dan nonformal dalam masyarakat,dalam keluarga,dan dalam kehidupan kerja. Paedagogi yang efektif menggabungkan alternatif strategi pembelajaran yang mendukung keterlibatan intelektual,memiliki keterhubungan dengan dunia yang lebih luas, lingkungan kelas yang kondusif, dan pengakuan atas perbedaan penerapannya pada semua pelajaran.Praktik paedagogis yang efektif mempromosikan kesejahteraan siswa,guru,dan komunitas sekolah.Juga,meningkatkan kepercayaan siswa dan guru, memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah,serta membangun kepercayaan masyarakat atas kualitas belajar dan mengajar disekolah.
Ilustrasi bandingan antara proses pembelajaran yang saya dapatkan saat perkuliahan dengan uraian teori tersebut,yaitu dilihat dari teknik dan metode kerja guru dalam mentranformasikan konten pengetahuan,merangsang,mengawasi,dan memfasilitasi pengembangan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang berhasil sudah cukup terlihat pada saat pekuliahan karena dosen sudah memberi arahan dan fasilitas yang memadai dalam kelangsungan pelajaran,kemudian apabila terjadi kesulitan makan dosen akan langsung mengambil sikap karena pengawasannya terhadap siswanya cukup baik.Kemudian dalam proses siswa mengembangkan kemandirian dan inisiatif dalam memperoleh dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan,ini dapat terlihat melalui kegiatan kuliah online dan blogging,karena dosen memberikan siswanya untuk bebas berkreasi sendiri yang dengan begitu dapat mengembangkan kemandirian siswa-siswanya.Lalu hubungan mengajar dengan belajar dengan segala faktor lain yang tergamit mendorong minat pedagogi,dimana dosen membuat kegiatan praktik langsung kelapangan seperti micro teaching yang dilaksanakan tiap kelompok.Hubungan tersebut,tetap terkait dengan kegiatan mengajar atau belajar.Memang ada pemikiran kontras,bahwa aktivitas mengajar dan belajar itu kehilangan hubungan efikasi;siswa harus menjadi proaktif dan lebih otonom.
Konsep micro teaching kelompok kami yakni sebagai berikut : Tema : Sayang Bumi Topik : Mengenal Lingkungan
A.Pendahuluan Salah satu topik terhangat yang menjadi perbincangan serius dimasyarakat adalah memanasnya suhu bumi yang memberikan dampak besar bagi aktivitas manusia sehari-hari. Kenaikan suhu atau panas yang kita rasakan sekarang terjadi sangat cepat. Saat malam haripun kita merasakan panas yang tidak biasa. Hal ini terjadi karena global warming atau pemanasan global yang diakibatkan efek rumah kaca, asap kendaran bermotor, asap pabrik dan industri serta penebangan liar yang semakin marak terjadi. Tidak hanya itu, pengelolaan pembuangan akhir (sampah) juga turut memberikan sumbangan yang besar bagi global warming. Hal-hal tersebut diatas sebenarnya belum terlambat untuk ditanggulangi. Bahkan kita juga masih bisa mencegah pemanasan global yang smakin hari semakin meningkat. Lantas bagaimana caranya agar kita bisa menanggulangi bahkan mencegah pemanasan global agar tidak meningkat atau meminimalkan efek buruknya bagi kehidupan makhluk hidup dimuka bumi? Kita bisa memulainya dengan melakukan hal-hal kecil secara individual terlebih dahulu. Seperti membuang sampah pada tempatnya, menanam pohon dihalaman rumah, mengurangi pemakaian listrik yang tidak berguna, mengurangi penggunaan bahan yang tidak bisa didaur ulang dan menggunakan lagi bahan-bahan yang masih bisa dipakai, tentu hal ini kita kenal dengan istilah daur ulang. Mengingat wacana diatas, maka kelompok kami berencana untuk melakukan micro teaching bagi anak-anak dengan prinsip paedagogi yang telah didapat selama perkuliahan dengan tema “ Sayang Bumi “. Tema ini mengusung gerakkan menanam pohon dan membuang sampah pada tempatnya. Semua kegiatan yang dirancang adalah bertujuan untuk memperkenalkan kepada siswa tentang pentingnya menjaga bumi dan hal ini sejalan dengan isu global warming yang saat ini sedang diperbincangkan. Berkaitan dengan prinsip paedagogi yang telah disinggung diatas, kelompok akan menggunakan 5 strategi mengajar yang efektif untuk merealisasikan pengajaran yang bertema “ Sayang Bumi” yang telah direncanakan. 5 strategi tersebut yang pertama adalah pelatihan, yaitu mengembangkan keterampilan dasar dan lanjutan dengan tujuan yang jelas. Yang kedua adalah ceramah dan menjelaskan, yaitu menyajikan informasi dengan cara yang dapat dipahami, mudah diproses dan diingat. Strategi ini akan diuat semenarik mungkin. Pengajar akan bercerita tentang pemanasan global (tentu dengan cerita yang menarik) disertai dengan tampilangambar ataupun video tentang global warming menggunakan media elektronik laptop. Strategi selanjtnya yaitu dengan mencai dan menemukan, membangun kelompok dan pengalaman serta refleksi. Strategi ini akan diwujudkan dengan mmbuat kelompk kecil dan mengajak anak-anak atau siswa keluar kelas untuk melihat dan perduli dengan lingkungannya. Pengajar akan mengajak siswa secara berkelompok untuk mengumpulkan sampah yang ada disekiatar mereka dan mengajari betapa pentingnya membbaung sampah pada tempatnya. Dengan strategi-strategi ini diharapkan tema “ Sayang Bumi ” yang ingin disampaikan dapat diterima dan dipahami siswa serta berguna untuk kedepannya.
B.Landasan Teori Guru bertanggung jawab untuk mempromosikan pentingnya belajar bagi siswa. Tentu guru juga harus menjadi pembelajar sejati agar dapat mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus mengalami percepatan, termasuk kemajuan dibidang paedagogi sendiri, meskipun tidak ada formula yang akan menjamin semangat dan efektifitas bagi setiap siswa dalam setiap konteks, ada bukti-bukti luas yang terdokumentasi dengan baik tentang jenis pendekatan pengajaran yang secara konsisten memiliki dampak positif terhadap aktivitas pembelajaran siswa.Kegiatan belajar mengajar siswa dapat dilakukan dengan pendekatan teknologis melalui aplikasi teknologi pengajaran. Salah satu pendukung utama pendekatan pembelajaran berbasis teknologi adalah B.F. Skinner. Skinner berargumen bahwa guru-guru dapat dilatih untuk menerapkan teknologi pendidikan atau mentranformasikan material pembelajaran dengan pendekatan teknologis dalam logika masukan-proses-luaran atau stimulus-respon yang mekanistik. Selain itu, seorang guru juga harus memiliki persyaratan baik itu yang cenderung statis maupun dinamis. Namun, melihat perkembangan yang begitu pesat, baik dalam hal teknologi maupun isu-isu lain guru menjadi lebih dituntut untuk memiliki persyaratan “dinamis”. Mengacu pada hal yang saat ini sedang berkembang yaitu isu-isu mengenai pemanasan global (global warming), maka tema “sayang bumi” menjadi tema yang mungkin sangat menarik dan baik diterapkan dalam proses pengajaran.
C.Alat yang Digunakan •Kertas Origami •Laptop •Reward •Gelas air mineral bekas •Sedotan •Perekat
D.Lokasi Tempat TK Muhammadiyah Jl.Abdul Hakim
E.Perencanaan Kegiatan Tanggal Kegiatan 9 – 20 April 2012 Menyusun perencanaan kegiatan 21 April 2012 Tinjau lokasi 22 April 2012 Terjun kelapangan
F.Perincian Dana •Reward : Rp.50.000,- •Origami : Rp.12.000,- •Peralatan lainnya : Rp.30.000,-
G.Perincian Kegiatan Instruktur Kegiatan Bentuk Kegiatan Fauziah Nami Mengenal tumbuhan Nadya Putri Menari Elienz Vidella Keterampilan daur ulang Fitri Dina Adlina Video Edukasi mengenai lingkungan Rizqa Rethiza Keterampilan origami Yohanti Viomanna Menyanyi
Kemudian kajian teori yang mendukung menurut pendapat saya,mengajar merupakan seni dan ilmu mentranformasikan bahan ajar kepada peserta didik pada situasi dan dengan menggunakan media tertentu.Dalam perencanaan micro teaching diatas,kelompok menggunakan tema "sayang bumi" dimana kelompok memberikan pemahaman yang menarik mengenai bumi,bagaimana sebaiknya kita merawat dan menjaga bumi.Dalam pembelajaran,selalu melibatkan hubungan antara pikiran seseorang atau sekelompok orang dan pikiran sekelompok orang atau sekelompok orang lainnya.Jadi,hubungan seperti ini adalah hubungan dua arah.Guru memberikan dan siswa menerima bantuan dan bimbingan.Disini,konsep yang akan kita laksanakan nanti kurang lebih seperti itu,kelompok memberikan arahan dan bimbingan pada siswa-siswa,dan tentunya dalam mengajar nanti kelompok harus dapat menghargai perbedaan individu dan percaya semua siswa dapat belajar,meskipun pada tingkat dan dengan cara yang berbeda.Sehingga sebagai pengajar nanti kelompok sebaiknya belajar mengenali gaya siswa dan berbagai cara belajar mereka yang berbeda,serta mengakomodasi perbedaan-perbedaan dalam diri individu-individu dan kelompok siswa,termasuk siswa belajar dengan kebutuhan khusus.
3. Berikan contoh konkrit dan penjelesan lebih detail berkaitan dengan kalimat ini , Sehingga sebagai pengajar nanti kelompok sebaiknya belajar mengenali gaya siswa dan berbagai cara belajar mereka yang berbeda,serta mengakomodasi perbedaan-perbedaan dalam diri individu-individu dan kelompok siswa,termasuk siswa belajar dengan kebutuhan khusus.
1. Apa yang dapat adinda jelaskan sehubungan dengan Pedagogi Modern? lalu beri ilustrasi bandingan antara proses pembelajaran yang adinda dapatkan saat perkuliah dengan uraian teori tersebut.
BalasHapusPandangan tradisional memposisikan paedagogi sebatas seni mengajar atau mengasuh.Kini sangat kuat dan konsisten untuk mengembangkan hubungan dialektis yang bermanfaat antara paedagogi sebagai ilmu dan paedagogi sebagai seni (salvatori, 1996).Melihat paedagogi dari dua perspetif ini nampaknya paling ideal.Kalaupun kita mengakui bahwa paedagogi sebagai ilmu pengetahuan dan terdefinisi secara spesifik,tentu definisi itu juga akan menggamit dimensi seni,teori,dan praktik mengajar dan belajar.Kesemuanya sesungguhnya memiliki fokus yang sama.Beberapa definisi yang terkait dengan paedagogi disajikan sebagai berikut :
BalasHapusA.Pengajaran (teaching) yaitu teknik dan metode kerja guru dalam mentranformasikan konten pengetahuan, merangsang, mengawasi, dan memfasilitasi pengembangan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang berhasil.
B.Belajar (learning) yaitu proses siswa mengembangkan kemandirian dan inisiatif dalam memperoleh dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan (seperti penyelidikan, berpikir kritis, kerja sama tim, mengorganisasikan, dan memecahkan masalah).
C.Hubungan mengajar dengan belajar dengan segala faktor lain yang tergamit mendorong minat paedagog, misalnya siswa melakukan penelitian sederhana.Hubungan itu bisa bermakna siswa dibimbing oleh guru atau kegiatan belajar yang berpusat pada siswa,namun tetap dibawah bimbingan guru.
D.Hubungan mengajar dan belajar berkaitan dengan semua pengaturan dan pada segala tahapan usia,yaitu sebagaimana yang dikembangkan dilembaga-lembaga pendidikan formal dan nonformal dalam masyarakat,dalam keluarga,dan dalam kehidupan kerja.
Paedagogi yang efektif menggabungkan alternatif strategi pembelajaran yang mendukung keterlibatan intelektual,memiliki keterhubungan dengan dunia yang lebih luas, lingkungan kelas yang kondusif, dan pengakuan atas perbedaan penerapannya pada semua pelajaran.Praktik paedagogis yang efektif mempromosikan kesejahteraan siswa,guru,dan komunitas sekolah.Juga,meningkatkan kepercayaan siswa dan guru, memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah,serta membangun kepercayaan masyarakat atas kualitas belajar dan mengajar disekolah.
Ilustrasi bandingan antara proses pembelajaran yang saya dapatkan saat perkuliahan dengan uraian teori tersebut,yaitu dilihat dari teknik dan metode kerja guru dalam mentranformasikan konten pengetahuan,merangsang,mengawasi,dan memfasilitasi pengembangan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang berhasil sudah cukup terlihat pada saat pekuliahan karena dosen sudah memberi arahan dan fasilitas yang memadai dalam kelangsungan pelajaran,kemudian apabila terjadi kesulitan makan dosen akan langsung mengambil sikap karena pengawasannya terhadap siswanya cukup baik.Kemudian dalam proses siswa mengembangkan kemandirian dan inisiatif dalam memperoleh dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan,ini dapat terlihat melalui kegiatan kuliah online dan blogging,karena dosen memberikan siswanya untuk bebas berkreasi sendiri yang dengan begitu dapat mengembangkan kemandirian siswa-siswanya.Lalu hubungan mengajar dengan belajar dengan segala faktor lain yang tergamit mendorong minat pedagogi,dimana dosen membuat kegiatan praktik langsung kelapangan seperti micro teaching yang dilaksanakan tiap kelompok.Hubungan tersebut,tetap terkait dengan kegiatan mengajar atau belajar.Memang ada pemikiran kontras,bahwa aktivitas mengajar dan belajar itu kehilangan hubungan efikasi;siswa harus menjadi proaktif dan lebih otonom.
2. jelaskan tentang konsep micro teaching kelompok adinda. Kemudian sertakan kajian teori yang mendukung menurut pendapat pribadi anda.
HapusKonsep micro teaching kelompok kami yakni sebagai berikut :
BalasHapusTema : Sayang Bumi
Topik : Mengenal Lingkungan
A.Pendahuluan
Salah satu topik terhangat yang menjadi perbincangan serius dimasyarakat adalah memanasnya suhu bumi yang memberikan dampak besar bagi aktivitas manusia sehari-hari. Kenaikan suhu atau panas yang kita rasakan sekarang terjadi sangat cepat. Saat malam haripun kita merasakan panas yang tidak biasa. Hal ini terjadi karena global warming atau pemanasan global yang diakibatkan efek rumah kaca, asap kendaran bermotor, asap pabrik dan industri serta penebangan liar yang semakin marak terjadi. Tidak hanya itu, pengelolaan pembuangan akhir (sampah) juga turut memberikan sumbangan yang besar bagi global warming. Hal-hal tersebut diatas sebenarnya belum terlambat untuk ditanggulangi. Bahkan kita juga masih bisa mencegah pemanasan global yang smakin hari semakin meningkat.
Lantas bagaimana caranya agar kita bisa menanggulangi bahkan mencegah pemanasan global agar tidak meningkat atau meminimalkan efek buruknya bagi kehidupan makhluk hidup dimuka bumi? Kita bisa memulainya dengan melakukan hal-hal kecil secara individual terlebih dahulu. Seperti membuang sampah pada tempatnya, menanam pohon dihalaman rumah, mengurangi pemakaian listrik yang tidak berguna, mengurangi penggunaan bahan yang tidak bisa didaur ulang dan menggunakan lagi bahan-bahan yang masih bisa dipakai, tentu hal ini kita kenal dengan istilah daur ulang.
Mengingat wacana diatas, maka kelompok kami berencana untuk melakukan micro teaching bagi anak-anak dengan prinsip paedagogi yang telah didapat selama perkuliahan dengan tema “ Sayang Bumi “. Tema ini mengusung gerakkan menanam pohon dan membuang sampah pada tempatnya. Semua kegiatan yang dirancang adalah bertujuan untuk memperkenalkan kepada siswa tentang pentingnya menjaga bumi dan hal ini sejalan dengan isu global warming yang saat ini sedang diperbincangkan.
Berkaitan dengan prinsip paedagogi yang telah disinggung diatas, kelompok akan menggunakan 5 strategi mengajar yang efektif untuk merealisasikan pengajaran yang bertema “ Sayang Bumi” yang telah direncanakan. 5 strategi tersebut yang pertama adalah pelatihan, yaitu mengembangkan keterampilan dasar dan lanjutan dengan tujuan yang jelas. Yang kedua adalah ceramah dan menjelaskan, yaitu menyajikan informasi dengan cara yang dapat dipahami, mudah diproses dan diingat. Strategi ini akan diuat semenarik mungkin. Pengajar akan bercerita tentang pemanasan global (tentu dengan cerita yang menarik) disertai dengan tampilangambar ataupun video tentang global warming menggunakan media elektronik laptop. Strategi selanjtnya yaitu dengan mencai dan menemukan, membangun kelompok dan pengalaman serta refleksi. Strategi ini akan diwujudkan dengan mmbuat kelompk kecil dan mengajak anak-anak atau siswa keluar kelas untuk melihat dan perduli dengan lingkungannya. Pengajar akan mengajak siswa secara berkelompok untuk mengumpulkan sampah yang ada disekiatar mereka dan mengajari betapa pentingnya membbaung sampah pada tempatnya. Dengan strategi-strategi ini diharapkan tema “ Sayang Bumi ” yang ingin disampaikan dapat diterima dan dipahami siswa serta berguna untuk kedepannya.
B.Landasan Teori
BalasHapusGuru bertanggung jawab untuk mempromosikan pentingnya belajar bagi siswa. Tentu guru juga harus menjadi pembelajar sejati agar dapat mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus mengalami percepatan, termasuk kemajuan dibidang paedagogi sendiri, meskipun tidak ada formula yang akan menjamin semangat dan efektifitas bagi setiap siswa dalam setiap konteks, ada bukti-bukti luas yang terdokumentasi dengan baik tentang jenis pendekatan pengajaran yang secara konsisten memiliki dampak positif terhadap aktivitas pembelajaran siswa.Kegiatan belajar mengajar siswa dapat dilakukan dengan pendekatan teknologis melalui aplikasi teknologi pengajaran. Salah satu pendukung utama pendekatan pembelajaran berbasis teknologi adalah B.F. Skinner. Skinner berargumen bahwa guru-guru dapat dilatih untuk menerapkan teknologi pendidikan atau mentranformasikan material pembelajaran dengan pendekatan teknologis dalam logika masukan-proses-luaran atau stimulus-respon yang mekanistik.
Selain itu, seorang guru juga harus memiliki persyaratan baik itu yang cenderung statis maupun dinamis. Namun, melihat perkembangan yang begitu pesat, baik dalam hal teknologi maupun isu-isu lain guru menjadi lebih dituntut untuk memiliki persyaratan “dinamis”. Mengacu pada hal yang saat ini sedang berkembang yaitu isu-isu mengenai pemanasan global (global warming), maka tema “sayang bumi” menjadi tema yang mungkin sangat menarik dan baik diterapkan dalam proses pengajaran.
C.Alat yang Digunakan
•Kertas Origami
•Laptop
•Reward
•Gelas air mineral bekas
•Sedotan
•Perekat
D.Lokasi Tempat
TK Muhammadiyah
Jl.Abdul Hakim
E.Perencanaan Kegiatan
Tanggal Kegiatan
9 – 20 April 2012 Menyusun perencanaan kegiatan
21 April 2012 Tinjau lokasi
22 April 2012 Terjun kelapangan
F.Perincian Dana
•Reward : Rp.50.000,-
•Origami : Rp.12.000,-
•Peralatan lainnya : Rp.30.000,-
G.Perincian Kegiatan
Instruktur Kegiatan Bentuk Kegiatan
Fauziah Nami Mengenal tumbuhan
Nadya Putri Menari
Elienz Vidella Keterampilan daur ulang
Fitri Dina Adlina Video Edukasi mengenai
lingkungan
Rizqa Rethiza Keterampilan origami
Yohanti Viomanna Menyanyi
Kemudian kajian teori yang mendukung menurut pendapat saya,mengajar merupakan seni dan ilmu mentranformasikan bahan ajar kepada peserta didik pada situasi dan dengan menggunakan media tertentu.Dalam perencanaan micro teaching diatas,kelompok menggunakan tema "sayang bumi" dimana kelompok memberikan pemahaman yang menarik mengenai bumi,bagaimana sebaiknya kita merawat dan menjaga bumi.Dalam pembelajaran,selalu melibatkan hubungan antara pikiran seseorang atau sekelompok orang dan pikiran sekelompok orang atau sekelompok orang lainnya.Jadi,hubungan seperti ini adalah hubungan dua arah.Guru memberikan dan siswa menerima bantuan dan bimbingan.Disini,konsep yang akan kita laksanakan nanti kurang lebih seperti itu,kelompok memberikan arahan dan bimbingan pada siswa-siswa,dan tentunya dalam mengajar nanti kelompok harus dapat menghargai perbedaan individu dan percaya semua siswa dapat belajar,meskipun pada tingkat dan dengan cara yang berbeda.Sehingga sebagai pengajar nanti kelompok sebaiknya belajar mengenali gaya siswa dan berbagai cara belajar mereka yang berbeda,serta mengakomodasi perbedaan-perbedaan dalam diri individu-individu dan kelompok siswa,termasuk siswa belajar dengan kebutuhan khusus.
3. Berikan contoh konkrit dan penjelesan lebih detail berkaitan dengan kalimat ini , Sehingga sebagai pengajar nanti kelompok sebaiknya belajar mengenali gaya siswa dan berbagai cara belajar mereka yang berbeda,serta mengakomodasi perbedaan-perbedaan dalam diri individu-individu dan kelompok siswa,termasuk siswa belajar dengan kebutuhan khusus.
Hapus